Sabtu, November 17, 2012

Ikutan give away nyook^^..

mau?
yuuuk ikutan di sini^^..

1. http://carolinelle.blogspot.com/2012/11/a-hundred-giveaway-first-giveaway-from.html?showComment=1353130755786#c20817485942848891

2. http://heppieyippie-shop.blogspot.com/2012/11/end-of-year-giveaway-feat-ciss-handmade.html

3. http://definurs.blogspot.com/2012/12/desember-giveaway.html

4. http://www.xiaovee.com/2012/11/circle-lens-giveaway.html

buruan! :D

Sabtu, November 07, 2009

Bunga

Bunga kadaluarsa..
Terlambat mekar dalam genggaman
tersayat irisan halus bernama 'keakuan'

jangan mendekat jika kau tak ingin didekati

banyak sentuhan
tapi tak mampu benar2 menyentuh

penyair menari
bergoyang mengikuti alur
geleng2 kepala
angguk2

tiba2 gelas pecah !
Dan dia menjadi buta..

Hey !

Hey, lekaslah kemari !

Ya !
Kau !
Siapa lagi selain kau di tempat ambigu ini..

Marilah kemari
Duduk di dekatku, kan kuberitahu indahnya warna pelangi padamu..
Atau bagaimana cara bunga mekar penuh..

..tidak ?..
Tak mau.?

Apa ?
Singgasanaku ?
Tikar butut di sudut itu ?

Ah, tidak-tidak..

Hanya aku yang merajai tempat itu selama ini..

Aku belum punya selimut tebal dan teh hangat yang cukup..

Sabtu, Agustus 29, 2009

Aku ada...

Di balik goresan pena
di balik sayap yang mengering
di balik embun yang menguap

aku ada.

aku di sini.
mencoba mengukir sesuatu yang abstrak

impianku.

entahlah,
pena butut yang tergeletak menuntut harap di meja
seribu sayap yang aku tak mengerti kapan terkembangnya
dan embun pagi yang beningnya mengajakku malu

biar saja..

aku meraba-raba dalam gelap
mencoba melihat sinar temaram
bukan nyatakah ini ?

sekali lagi..
tertunduk.

Kamis, Agustus 27, 2009

eHem..

Sebenarnya siapa sih yang lebih ga bisa dimengerti ?
Wanita atau periya ?
hhhh...kadang berasa sebel juga, kenapa tiyap ari kerjaannya mikirin nih soal. Kalo uda nemu tulang rusuknya, pastinyalah bisa saling memahami. Gitu ajah kok repot siy.. :p

Sederhana ajah lah..
hidup sederhana.
berpikir sederhana.
berlaku sederhana.

Emang siy ini pendapat klasik dan mungkin sering dibicarakan banyak orang. Tapi, ga semudah itu mewujudkannya dalam realita.
Kata orang-orang tertentu, aku ini termasuk yang rada susah dimengerti, padahal keinginanku siy sederhana ajah.. :p

eHem..

Perdebatan...

Menjadi manusia yang bisa membela diri sendiri menurutku susah. Tanya kenapa ? Hhhh...aku paling ga bisa membela diri, aku paling ga bisa ngeluarin argumen-argumen dan berdebat...
Huwaaaa...mending nyuci piring setahun dee.. :p

Aku tipe pengalah, pendiam, dan segala tipe pasif lainnya. Aku kadang berontak juga dengan keakuanku yang seperti itu, kadang ingin mencoba dunia baru. Mencoba menjadi manusia dengan corak yang berbeda. Dengan warna yang aku pikir bisa membuat orang lain silau. Tapi aku tertampar dan sadar, it's not me !

Seakan berjalan dalam lorong panjang tak berkesudahan sembari memanggul setumpuk asaku tentang wanita yang sempurna, dan semua itu terasa seperti beban panjang. Ga nyaman.
Yaa..karena aku kurang alami, karena aku menganggapnya adalah setumpuk beban yang harus-harus-harus ku penuhi.

Hmmm...sekarang biarkan semua berjalan apa adanya. Biarlah semua mengalir bagai air, tak tahu kan bermuara dimana. Entah di muara laut, entah ditambak, atau menguap sia-sia.
Aku hanya mengikuti jalan yang memang sudah seharusnya ku ikuti, ada tangan lain yang telah melukiskan takdirku. Melukiskan kemana muaraku berpijak..

Selasa, Agustus 18, 2009

Cahaya ceria...

Dhuaar..
Dhorr..
Dhuaar..

Kembang api.
Bercahaya di langit kelam malam hari. Bersaing dengan kemilau bintang di kejauhan. Namun terdengar lebih riuh, terdengar lebih ceria. Bintang lebih melankolis, lebih tenang, tapi menghanyutkan.

"Lihat ! Lihat ! Ada suara kembang api...hayuk liat yuuk".
Seorang wanita berlari kecil menuju teras, diikuti orang lain di belakangnya. Wanita itu melongok ke arah langit, mencari-cari sesuatu. Merasa belum mendapatkannya, dia bergegas maju ke halaman depan sebuah rumah.

"Coba kemari. Lihat. Kembang apinya masih ada."
Dia mengajaknya dengan raut wajah begitu sumringah, seperti menemukan mainan baru. Seseorang itu hanya tersenyum, mengamati saja.

Di langit, nampak cahaya kembang api beragam warna. Merah, kuning, hijau. Seperti pelangi di malam hari. Begitu indah. Begitu menghipnotis mata manapun yang menyaksikannya. Entah itu hanya pendapatku saja, ataukah memang hal yang nyata. Namun yang pasti, melihat sinaran kembang api itu membuatnya tersenyum sejenak dalam pahit yang berusaha disembunyikannya.
Ada luka yang tak kasat mata.

Rabu, Juli 29, 2009

16 Maret 2009

Satu kata
dua
seribu...
tak cukup !
Sinar mata yang hanya mampui itu
merasuk
melewati celah terkelam
banyak angan bermain di dalamnya
anganku
anganmu
angan kita...

Mata...
jendela yang tak kan pernah hitam
mungkin tlah sering berembun
oleh badai
atau gerimis yang menghangatkan
atau hampir retak oleh api

Tapi, yang slalu ku ingat
Mata itu tetap berkata
"Aku menyayangimu"

7 Februari 2009

Hati bukan, bukan batu
batupun luluh pada tetesan air yang mengindahkannya
hati ini lembut
lama tersayat baru sekarang apakah kan sembuh ?
atau telahkah bernanah ?

kau tegak berdiri di sana...
dengan benteng pikiran batin
sulit ku tembus

Tapi, kau sodorkan celah padaku
celah sempit hampir menutup
harapanku
semangat yang sertai hariku

Wajahmu begitu indah hari ini
seperi saat ombak mengejar kita
hangat
yah...
aku memilihmu !
selesai.

21 Desember 2008

Mengapa dunia semakin tak adil
habis kata tuk ungkapkan semua
air ludahku tlah kering

kemarin dia datang
bagai pangeran berkuda putih
suaranya hangat
ingin ku genggam suara itu dengan hati
aku rindu suara itu

hati tak bisa bertolak lama
memanggil nama
kak...
nama yang begitu lama terendap di hati
kak...
dunia ini jahat padaku
menghakimiku
membombardirku
mencelaku
kak...

21 Desember 2008

Tuhan...
mengapa hati ini kian fana ?
dunia begitu indah
tapi hati tak merasa
hati ringkih, lemah tiada daya
hilang tenaga
hilang harap
ingin kuputus detak nadi hidupku
kembali-Mu

mukaku pantas kembali begitu ?
bagitu banyak najis bertebar
malaikat di pundakkupun malu memberi laporan pada-Mu
tak pantas !

aku siapa ?
manusia biasa yang ingin cinta
rumput kerdil merindu pupuk yang suburkan dia
merindu embun yang segarkan hati
impian saja...

tak ada kumbang yang suci
semua hanya mengincar madu
aku ingin menabur benih
namun tak ada air, kering disini...
kering...

16 Desember 2008

Aku ingin lari
memandang dunia begitu buta arah
kemanakah senja berlabuh
saat dada ingin bersandar
berkeluh pada kesah yang ada
kutemui hampa

BAyang indah mata bercahaya
menguatkan benak untuk melangkah
namun tak pasti
Ah, mengapa harus hati yang terluka
terguncang
bisaku diam bisu walau badai
bisaku tangis malam berderai

memberi cahaya pada emas yang pudar
emas hitam terbias arang
aku rumput kerdil
merindukan ilalang tinggi menjulang
mimpi...
ku bukan dewi
hanya pengemis perindu sang pangeran

19 November 2008

Ku dengan bagian hatiku
merangkak
berjalan melewati lorong detik
makin menghimpit
makin mencekik

Namun
dua kami adalah satu
satu kami adalah satu
Hati
kami sama, teriakku
saling puja dalam gelap
silang selisih saat terang

19 November 2008

Aku mo posting puisi-puisi jadulku...
Awal2 aku mencoba buwad nulis-nulis...

________________


Aku berjalan dalam ketakutan ini
dalam
nyata
Pagiku tadi tertawa
tersenyum di sela bulir keringat, bersamanya
Namun, jauh di dalamku sana
ada hampa
ada rasa yang ingin kulupa
ada asa yang slalu terjaga

Malam ini, kembali
Memory lintas saling silang, disini
berganti, dan
seperti kembali menusukkan belati
disini, tetap disini

Dia berkata dalam malam
hangat, katanya
Hatiku beracuh diri dengan dingin
Sendiri
Tak ku ingin...

Putuskah tali merah jambu itu ?
2 tahun...
kurangkai namanya
jadi bulir merah di hati
kini dia bagai gajah di pulau seberang
Jauh

Aku sakit
Aku salah
Peranku bukan penuntut di pengadilan
Akulah Terdakwa !

Kaukah jua bagiannya ?

Kamis, Juni 25, 2009

Rumput Kerdil...

dan aku bukan bunga
yang wanginya terdengar di setiap helaan nafasmu
dan aku bukan bunga
yang warnanya mampu buat hatimu bersinar
dan sekali lagi, aku bukan bunga
yang madunya mampu buat lidahmu menari

aku hanya rumput kerdil
memandang iri pada bunga lain yang begitu indah

aku mungkin tidak berharga
aku mungkin tak berarti apa-apa

dalam diamku
ku mungkin lalai berlakon
saat dawai nyanyian membelaiku lembut
aku terlena
dan lupa pada bumi yang kupijaki

aku bukan bunga
yang berkarakter
yang berkepribadian kuat
yang anggun
yang santun

aku kata aku bukan bunga !
aku hanya rumput kerdil !
dapatkah kau memaknai rasaku dalam kekerdilan ini ?
aku tetap memandang iri pada bunga2 itu
dan sejenak, biarkan aku mencintai diriku apa adanya
biarkan aku tersenyum dalam lelahku
bersama sepi yang menemaniku bermandikan bintang
mungkin kau tak tau rasaku

dan kau pikir aku kan menyerah ?
cih...tak akan...
tak semudah itu menaklukkanku
aku kuat
dan akan semakin menguatkan diriku...

dalam diamku
jiwaku berkata
"Marilah, pijak tanah yang baru"

Sabtu, Juni 20, 2009

Tentang Cinta...

Cinta bukan tentang memiliki
tapi, bagaimana melihat yang kita cintai berkembang maju ke arah yang lebih baik
turut bahagia atas apa yang membuat hatinya membuncah penuh binar bahagia
dan merasakan bagaimana kesedihan melanda saat dia tenggelam dalam duka yang menyelimuti sisi tergelapnya

Cinta bukan tentang memiliki
arti cinta yang hakiki jauh lebih mulia dari sekedar rasa itu
dan bila kau di dalamnya, hatimu akan merasakan kehangatan yang membuat seluruh tubuhmu bergetar haru dalam kehangatan yang indah

Mengapa saat kita tidak memiliki sesuatu yang kita cintai kita cenderung merasa dunia ini begitu tidak adil ?
Tidak sadarkah engkau akan sesuatu, bahwa rasa cinta yang kita rasakan itu adalah suatu anugerah yang nyata ?
Tidak bersyukurkah engkau masih diizinkan untuk merasakan bagaimana cinta itu bekerja...di pikiranmu...di hatimu...?
Mengapa kita tidak melihat dari sisi terbaik yang dapat kita lihat ?

Cinta itu bukan sesuatu yang kaku, dia bebas, dia lepas, dan segala yang dimiliki oleh cinta, tak bisa sepenuhnya dimiliki olehmu. Karena kembali, semua hanya akan menjadi milikNya, dan sampai kapanpun akan tetap menjadi milikNya.

Cinta itu adalah sesuatu yang indah, yang kemuliaannya hanya bisa dirasakan oleh jiwa yang murni mencintaNya, yang dibibirnya selalu melantunkan asma Sang Maha Agung, yang disikapnya selalu menggambarkan kesantunan dan ketundukan pada dzat tak terbatas itu, yang di hatinya selalu dalam ketulusan tak terhingga untuk mencapai ridhoNya.

Cinta bukan tentang kau dan aku. Tidak. Cinta tidak sesempit itu.

Cinta itu mengajarkan kita bagaimana untuk memberi, bukan meminta.
Cinta itu mengajarkan kita cara mengikhlaskan, bukan semata menggenggam erat dan menyelimutinya dengan ego yang kita punyai.

Cinta adalah tempat dimana kita bisa menjadi diri sendiri, tempat dimana kita bisa melepas penat, tempat dimana kita menyapa dunia dan berkata "Inilah aku."
Cinta bukan berdasarkan derajat, fisik, ataupun hal-hal bersifat semu lainnya. Cinta itu murni, yang tercipta dari keikhlasan hati. Mencintai karena Allah. Dengan dasar itu, kau bisa mencintai dengan penuh keikhlasan...