Selasa, Agustus 18, 2009

Cahaya ceria...

Dhuaar..
Dhorr..
Dhuaar..

Kembang api.
Bercahaya di langit kelam malam hari. Bersaing dengan kemilau bintang di kejauhan. Namun terdengar lebih riuh, terdengar lebih ceria. Bintang lebih melankolis, lebih tenang, tapi menghanyutkan.

"Lihat ! Lihat ! Ada suara kembang api...hayuk liat yuuk".
Seorang wanita berlari kecil menuju teras, diikuti orang lain di belakangnya. Wanita itu melongok ke arah langit, mencari-cari sesuatu. Merasa belum mendapatkannya, dia bergegas maju ke halaman depan sebuah rumah.

"Coba kemari. Lihat. Kembang apinya masih ada."
Dia mengajaknya dengan raut wajah begitu sumringah, seperti menemukan mainan baru. Seseorang itu hanya tersenyum, mengamati saja.

Di langit, nampak cahaya kembang api beragam warna. Merah, kuning, hijau. Seperti pelangi di malam hari. Begitu indah. Begitu menghipnotis mata manapun yang menyaksikannya. Entah itu hanya pendapatku saja, ataukah memang hal yang nyata. Namun yang pasti, melihat sinaran kembang api itu membuatnya tersenyum sejenak dalam pahit yang berusaha disembunyikannya.
Ada luka yang tak kasat mata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar