Aku ingin lari
memandang dunia begitu buta arah
kemanakah senja berlabuh
saat dada ingin bersandar
berkeluh pada kesah yang ada
kutemui hampa
BAyang indah mata bercahaya
menguatkan benak untuk melangkah
namun tak pasti
Ah, mengapa harus hati yang terluka
terguncang
bisaku diam bisu walau badai
bisaku tangis malam berderai
memberi cahaya pada emas yang pudar
emas hitam terbias arang
aku rumput kerdil
merindukan ilalang tinggi menjulang
mimpi...
ku bukan dewi
hanya pengemis perindu sang pangeran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar